Peran Masyarakat Adat dalam Mitigasi Bencana Alam melalui Kearifan Lokal:  Studi Kasus Suku Tengger

Authors

  • Ahmad Farhan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia Author
  • Shafana Alifah Yuseno Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia Author
  • Renita Naila Fajriah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia Author
  • Dahlia Najatul Khilda Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia Author
  • Abimanyu Abimanyu Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia Author
  • Prisca Kiki Wulandari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia Author

Keywords:

Pengetahuan Lokal, Kearifan Lokal, Mitigasi Bencana, Sistem-ekologis Sosial, SES.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat adat Suku Tengger dalam mengurangi dampak bencana alam melalui kearifan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk memahami budaya dan struktur sosial dalam menghadapi ancaman bencana. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal Suku Tengger, seperti norma menjaga alam, kerja sama, serta pelaksanaan ritual tradisi, memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai cara adaptasi antara manusia dan alam. Oleh karena itu, penting untuk menggabungkan pengetahuan lokal dari masyarakat adat dengan strategi mitigasi modern demi terciptanya pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan.

References

Abdurrozak, A., & Hilalludin, H. (2026). Optimalisasi Zakat Dan Wakaf Produktif Sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam, 2(01), 56-70.

Alrehaili, N. R. (2024). The Contribution of Environmental Diplomacy to Disaster Risk Reduction. International Journal of Disaster Management, 7(2), 185–198. https://doi.org/10.24815/ijdm.v7i2.42450.

Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 24(2), 177–186. https://doi.org/10.25077/jantro.v24.n2.p177-186.2022.

Damayani, N. A., Saepudin, E., Rusmana, A., Rizal, E., & McArthur, J. M. B. (2022). The local wisdom-based disaster mitigation literacy of the indigenous Pangandaran community. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies), 6(2), 424–439. https://doi.org/10.25139/jsk.v6i2.4862.

Dede, M., Kusumaningsih, S. N., Widiawaty, M. A., Nandhita, N. G. A., Wahyuni, S., Khosihan, A., Utami, N. F., Wulandari, P., Setiadi, E. M., & Ismail, A. (2024). Disaster, environment and local indigenous knowledge in Indonesia. E3S Web of Conferences, 600. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202460002001.

Fadul Allah Dian Presilia, R., Arief Syaviar, F., Ubadati, N., & Sumarmi, S. (2018). Kearifan Lokal Trihitakarana Suku Tengger Dalam Kelangsungan Konservasi Ranu Pani. Jurnal

Fauzan, A., & Aziz, L. A. (2020). Kearifan Lokal Tentang Mitigasi Bencana Di Kabupaten Lombok Utara Dalam Mitos Telaga Lindur. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 6(2), 184. https://doi.org/10.23887/jiis.v6i2.29941.

Gadeng, A. N., dkk. (2024). Knowledge Levels of Generation Z on Aceh Community's Local Wisdom in Disaster Mitigation. International Journal of Disaster Management, 7(2), 129–142. DOI: 10.24815/ijdm.v7i2.37242.

Giddens, A. (2000). Runaway World: How Globalisation is Reshaping Our Lives. London: Routledge.

Hefner, D. W. (1985). Hindu Javanese: Tengger Tradition and Islam. Princeton University Press.

Heliyon. (2023). Local knowledge, cultural change, and sustainability in indigenous communities. Heliyon. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e19989

Hidayat, S. S. (2019). Kedudukan, Peran, dan Fungsi Dukun Pandita di Suku Tengger. Umbara:

Hidayati, D., et al. (2024). Community resilience and disaster preparedness based on local wisdom. International Journal of Disaster Management, 7(2). https://doi.org/10.24815/ijdm.v7i2.42450

Hilalludin, H. (2026). Dinamika Dan Konsistensi Kebijakan Kurikulum Nasional. El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah, 2(02), 111-125.

Hilalludin, H., & Althof, G. (2024). Perbedaan tingkat kematangan sosial antara santri pondok pesantren modern dan tradisional. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 2(3), 201-208.

Hilalludin, H., & Sugari, D. (2026). Pengalaman Spiritual Siswa dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah. SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(02), 157-168.

https://www.pasuruankab.go.id/isiberita/warga-suku-tengger-di-tosari-bromo-meriahkanhari-raya-karo

Indonesian Journal of Anthropology, 4(1), 44–52. https://doi.org/10.24198/umbara.v4i1.20543

Mercer, J., Kelman, I., Lloyd, K., & Suchet-Pearson, S. (2010). Framework for integrating indigenous and scientific knowledge for disaster risk reduction. Disasters, 34(1), 214–239.

Noviana, E., Faizah, H., Mustafa, M. N., Elmustian, Hermandra, Kurniaman, O., Rusandi, M. A., & Situmorang, D. D. B. (2023). Understanding “Tunjuk Ajar Melayu Riau”: Integrating local knowledge into environmental conservation and disaster education. Heliyon, 9(9). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e19989.

Nugraha, A., et al. (2024). Cultural preservation and indigenous knowledge transmission in modern society. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 7(1), 198–207. https://doi.org/10.14710/endogami.7.1.198-207

Nugroho, F. S., Nurmansyah, M. A., Nufiarni, R., & Eka, S. (2018). Manifestasi kearifan ekologis dalam ritual “Karo” dan “Kasada”: Sebuah perspektif ekokritik. Atavisme, 21(2), 209–223.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan. (2023). Warga Suku Tengger di Tosari Bromo meriahkan Hari

Prasetyo, B., et al. (2025). Indigenous knowledge, cultural preservation, and community resilience in rural communities. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 27(2), 317–327. https://doi.org/10.25077/jantro.v27.n2.p317-327.2025

Priyantoro, D. E., Roza, A. S., Kesuma, T. A. R. P., Andianto, A., Wahyuni, S., Ciciria, D., Zuhad, M. A., Mahya, M. N., Ayyuhda, C., Naim, M. H., & Janah, M. (2020). Pemberdayaan masyarakat Pekon Negeri Ratu Tenumbang dalam mewujudkan wilayah tanggap bencana. JPPM (Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat), 7(2), 135–146. https://doi.org/10.21831/jppm.v7i2.31223.

Putra, A., Nugroho, S., & Wibowo, R. (2023). Modal sosial masyarakat dalam penanggulangan bencana di kawasan Tengger. Jurnal Ketahanan Nasional, 29(2), 145–160.

Putri, A., Taqyuddin, & Nurlambang, T. (2022). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal (Local Knowledge, Local Wisdom, dan Local Genius). Geodika, 6(1), 89–98. DOI: https://doi.org/10.29408/geodika.v6i1.5417.

Qomariah, N., & Irawan, D. (n.d.). KIDDO : JURNAL PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Transmisi Budaya dalam Tradisi Nganggung untuk Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di PAUD Kota Pangkalpinang. https://doi.org/10.19105/kiddo.v5i1.15420.

Rahayu, S., et al. (2017). Kearifan lokal masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mitigasi bencana. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. https://doi.org/10.23887/jiis.v6i2.29941

Rahmawati, D., & Suprapto, S. (2021). Kearifan lokal masyarakat Tengger dalam konservasi lingkungan dan mitigasi bencana. Jurnal Geografi, 18(1), 55–67.

Rahmawati, E., & Suseno, B. (2021). Tradisi masyarakat Tengger Bromo sebagai salah satu aset wisata budaya Indonesia. Jurnal Nusantara (Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Perhotelan), 4(1). DOI: https://doi.org/10.63986/nsn.v4i1.44.

Ramli, Gadeng, A. N., Azis, D., Yusuf, Y. Q., & Razali. (2024). The role of oral traditions in internalizing smong wisdom: Perspectives from the Simeulue community. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 14(2), 229–239. https://doi.org/10.17509/ijal.v14i2.74903

Raya Karo. Website Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Sari, D., et al. (2023). Local wisdom and environmental sustainability in indigenous communities. Sabana: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya. https://doi.org/10.55123/sabana.v4i2.5168

Sasongko, I., Gai, A. M., Wijayaningtyas, M., Susanti, D., Sukowiyono, G., & Putra, D. (2025). Sasak Cultural Resilience: A Case for Lombok (Indonesia) Earthquake in 2018. Heritage, 8(5). https://doi.org/10.3390/heritage8050155.

Sugari, D., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2026). Konstruksi Religiusitas Siswa dalam Pembelajaran PAI Berbasis Digital di Madrasah. An-Nuriyah: Journal of Islamic Technology and Informatics Education, 2(02), 249-262.

Sutarto, A. (2006). Sekilas tentang Masyarakat Tengger. Malang: Bayumedia.

Suwarno, Nirwansyah, A. W., Sutomo, Demirdag, I., Sarjanti, E., & Bramasta, D. (2022). The Existence of Indigenous Knowledge and Local Landslide Mitigation: A Case Study of Banyumas People in Gununglurah Village, Central Java, Indonesia. Sustainability (Switzerland), 14(19). https://doi.org/10.3390/su141912765.

Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 3(2), 76–80. https://doi.org/10.17977/um022v3i22018p076.

UNESCO. (2018). Indigenous Knowledge for Disaster Risk Reduction. Paris: UNESCO.

Yanthy, N. O., Sitorus, Y. L. M., & Nurmaningtyas, A. R. (2022). The Resilience of the Indigenous People Towards Natural Disasters: Case of Central Mountains of Papua. Jurnal

Zohri, M. H., & Hilalludin, H. (2025). Ekonomi Islam Masa Kini: Antara Regulasi, Gaya Hidup, dan Teknologi Sosial. TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 1(1), 33-44.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Peran Masyarakat Adat dalam Mitigasi Bencana Alam melalui Kearifan Lokal:  Studi Kasus Suku Tengger. (2026). SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(04), 331-352. https://risetcendikia.com/index.php/jurnal-scinusa/article/view/337

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-20 of 28

You may also start an advanced similarity search for this article.