Model Pembelajaran Tahfiz Berbasis Neurosains untuk Meningkatkan Daya Hafal Santri

Penulis

  • Dedi Sugari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta Penulis
  • Hilalludin Hilalludin Universitas Alma Ata Yogyakarta Penulis
  • Erna Dwi Maryani Universita Ahmad Dahlan Yogyakarta Penulis
  • Nur Nasywa Abidah Universitas Alma Ata Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

Neurosains, Tahfiz, Memori, Santri, Pembelajaran

Abstrak

Pembelajaran tahfiz Al-Qur’an membutuhkan strategi yang tidak hanya memperkuat hafalan jangka pendek, tetapi juga menjaga ketahanan memori dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, pendekatan berbasis neurosains menawarkan kerangka ilmiah yang membantu santri mengoptimalkan proses menghafal melalui pemahaman cara kerja otak. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains serta dampaknya terhadap peningkatan daya hafal santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip memori seperti spaced repetition, chunking, penguatan emosional, dan pemilihan waktu belajar yang sesuai ritme biologis mampu mempercepat proses menghafal. Selain itu, pendekatan multisensori dan aktivitas motorik membantu memperkuat jalur memori sehingga santri lebih mudah mengingat ayat dalam jangka panjang. Teknik regulasi diri seperti latihan pernapasan, pengaturan waktu belajar, dan pemantauan progres terbukti meningkatkan konsentrasi dan konsistensi hafalan. Secara keseluruhan, model pembelajaran tahfiz berbasis neurosains berkontribusi pada peningkatan efektivitas hafalan, stabilitas memori, dan motivasi santri. Integrasi neurosains dalam tahfiz menjadi inovasi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan pesantren modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai tradisi.

Referensi

Dedi Sugari;Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Mariyani (2025) “Perbedaan Pesantren Tradisional Dan Pesantren Modern Di Indonesia kokoh yang menjaga warisan intelektual dan spiritual umat Islam di Indonesia . Sebagai institusi pendidikan Islam tertua dan paling khas di negeri ini , pesantren tidak sekadar menjadi temp,” 1(1), pp. 30–46.

Deslinda, G., Asy’arie, M. and Taufik, T. (2022) “Regulasi diri santri program tahfidz dalam pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19,” Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices, 6(1), pp. 69–91.

Gani, R.A. (2024) Metode Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Tunanetra Di Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin Tangerang Selatan. Institut PTIQ Jakarta.

Hawa, A.M. et al. (2025) “LANGKAH-LANGKAH EFEKTIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN,” Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis, 2(2), pp. 205–218.

IRAWAN, A.N.U.R.B. (2025) MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN TAHFIZ SDIT AL-BAROKAH TAHFIZ SCHOOL JAKARTA SELATAN. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Jannah, S.R., Setiawan, A. and others (2025) “Implementasi Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Literasi Dan Motivasi Belajar Siswa MTs Darussalam Banjar Negeri Kecamatan Natar Lampung Selatan,” Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, 23(1), pp. 138–155.

Mahdi, I. (2024) “MODEL PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN DENGAN INTERNALISASI NILAI NEUROSAINS,” PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, 7(1), pp. 151–164.

Muchtar, N.E.E.P. et al. (2025) “Transformasi Kognitif Sosial Santri Penghafal Al-Qur’an Prespektif Neuroplastisitas,” Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 8(3), pp. 442–458.

Nahar, S., Daulay, N.S. and Nazri, M. (2023) “Optimalisasi Menghafal Al-Qur’an: Penerapan Metode Neuro Linguistic Programming (NLP) di Pesantren Islamic Centre Sumut,” FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 12(2), pp. 145–164.

Permadi, M.A.M., Hilalludin, H. and Sugari, D. (2025) “Penguatan Literasi Qur’an Dan Kepedulian Ibadah Melalui Pkm Di Masjid Al-Barokah Karangmojo, Gunungkidul,” IQOMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(01), pp. 25–36.

Rakhman, A.N. (2025) “Implementasi Metode Mur{=a}ja’ah Dengan Pendekatan Taql{=i}l Al-Ḥifẓ Wa Takṡ{=i}r Al-Mur{=a}jaʿah Dalam Meningkatkan Retensi Hafalan Santri Pada Program Taḥf{=i}ẓ Al-Qur’{=A}n Di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Kebasen,” Universitas Islam Negeri Prof. KH Saifuddin Zuhri Purwekerto [Preprint].

Rosmaryani, R., Purwanto, T. and Adib, N. (2025) “Pengaruh Kecemasan Akademik dan Nilai-Nilai dalam Pendidikan Agama terhadap Regulasi Diri Santri Pondok Pesantren Modern Hidayatussalikin Pangkalpinang,” All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety, 5(3), pp. 271–285.

Shaleh, I. (2021) STRATEGI MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR TAHFIZHUL QUR’AN DALAM PRESPEKTIF NEUROSAINS DI GRIYA QUR’AN AL-FURQON PONOROGO. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Sugari, D. and Hilalludin, H. (2025) “Optimalisasi Fungsi Masjid Sebagai Pusat Ibadah, Pendidikan, dan Sosial Masyarakat Melalui Program Pengabdian di Masjid Al-Muttaqin Semin, Gunungkidul,” IQOMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(01), pp. 50–63.

SUMIATI, T. (2022) PENDEKATAN NEUROSAINS DALAM MENGATASI KESULITAN MENGHAFAL AL QUR’AN SANTRI SLOW LEARNER DI PONDOK PESANTREN AL HIKMAH PUTRA CIREBON. S2-MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM.

Syahrizal, S. (2022) Optimalisasi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an pada anak usia sekolah dasar menggunakan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Institut PTIQ Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-25

Cara Mengutip

Model Pembelajaran Tahfiz Berbasis Neurosains untuk Meningkatkan Daya Hafal Santri. (2025). Jurnal Al-Hudaya : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Pendidikan, 1(01), 01-10. https://risetcendikia.com/index.php/jurnal-alhudaya/article/view/68