Rahasia Kesehatan Mental Dalam Islam: Ketika Syukur Menjadi Pilar Kesejahteraan Psikologis

Authors

  • Muhammad Mustakfibillah Universitas Alma Ata Yogyakarta, Indonesia Author
  • Kana Safrina Rouzi Universitas Alma Ata Yogyakarta, Indonesia Author

Keywords:

kesejahteraan psikologis, syukur, psikologi Islam, kesehatan mental, makna hidup

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesejahteraan psikologis dan syukur dalam perspektif psikologi modern dan psikologi Islam. Kesejahteraan psikologis dipahami sebagai kondisi optimal individu yang mencakup penerimaan diri, relasi positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi sebagaimana dikemukakan oleh Carol D. Ryff. Sementara itu, syukur dalam psikologi positif, sebagaimana diteliti oleh Robert A. Emmons dan Michael E. McCullough, terbukti meningkatkan emosi positif, menurunkan stres, dan memperkuat regulasi emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis literatur psikologi modern dan literatur psikologi Islam klasik maupun kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, syukur memiliki tiga dimensi utama, yaitu kognitif (kesadaran akan nikmat Allah), afektif (perasaan ridha dan bahagia), dan behavioral (penggunaan nikmat dalam amal saleh). Ketiga dimensi tersebut berkontribusi terhadap terciptanya ketenangan batin (ithmi’nān), rasa cukup (qanā‘ah), stabilitas emosi, makna hidup, serta hubungan sosial yang sehat. Dengan demikian, syukur berfungsi sebagai mekanisme psikologis dan spiritual yang memperkuat kesejahteraan psikologis secara holistik. Integrasi antara konsep kesejahteraan psikologis dan syukur dalam kerangka psikologi Islam menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga berakar pada keselarasan antara hati, pikiran, perilaku, dan hubungan dengan Allah.

References

Abdullah, M., & Rahman, A. A. (2021). Gratitude and psychological well-being from an Islamic perspective. Journal of Religion and Health, 60(4), 2398–2412. https://doi.org/10.1007/s10943-020-01138-1

Aisyah, S., & Hidayat, T. (2022). Syukur sebagai terapi psikologis dalam perspektif Al-Qur’an. Jurnal Psikologi Islam, 9(2), 145–158.

Al-Ghazali, M., & Yusuf, M. (2021). Spiritual well-being and mental health in Islamic psychology. International Journal of Islamic Psychology, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.36740/ijip.v5i1.312

Aziz, R., & Kurniawan, D. (2023). Gratitude, resilience, and mental health among Muslim adolescents. Indonesian Journal of Educational Psychology, 12(1), 33–45. https://doi.org/10.22146/ijep.78231

Basri, H., & Nurdin, A. (2020). Positive psychology and Islamic gratitude: Conceptual integration. Journal of Islamic Psychology Studies, 4(2), 89–102.

Fitria, L., & Sari, M. (2021). Kesehatan mental perspektif Islam dan relevansinya di era modern. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(1), 1–14.

Halza, K. E., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). An in-depth look at the challenges in managing portrait Islamic boarding schools and future prospects. World Journal of Islamic Learning and Teaching, 1(2), 19–30.

Hassan, R., & Mahmud, Z. (2022). Islamic gratitude and life satisfaction: Empirical evidence. Journal of Muslim Mental Health, 16(2), 55–70. https://doi.org/10.3998/jmmh.1616

Hilalludin, H., Sugari, D., Al-Nomani, S., & Muzanni, M. (2025). The role of educational psychology in enhancing the quality of the teaching and learning process. Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(01), 62–74.

Ismail, F. B. H., & Rouzi, K. S. (2021). Islamic educational psychology and mental well-being. Journal of Islamic Education Research, 3(2), 101–115. https://doi.org/10.21580/jier.v3i2.8732

Kamaluddin, M., & Amin, S. (2023). Syukur dan kesehatan mental dalam perspektif tasawuf. Jurnal Studi Tasawuf, 8(1), 67–82.

Khan, M. N., & Ahmed, S. (2020). Gratitude, spirituality, and mental health among Muslims. Mental Health, Religion & Culture, 23(8), 705–720. https://doi.org/10.1080/13674676.2020.1772431

Latifah, N., & Rohman, A. (2024). Praktik syukur sebagai strategi coping stres dalam pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 55–69.

Mahfud, C., & Wahyuni, E. (2022). Positive mental health in Islam: A maqasid al-shariah approach. Journal of Islamic Ethics, 6(2), 97–113. https://doi.org/10.1163/24685542-12340062

Nasution, H., & Siregar, R. (2021). Kesejahteraan psikologis dalam perspektif Al-Qur’an dan psikologi modern. Jurnal Ilmu Psikologi, 10(2), 120–134.

Putri, A. R., & Yusof, N. (2023). Gratitude intervention and psychological well-being among Muslim students. Asian Journal of Islamic Psychology, 4(1), 22–35. https://doi.org/10.31098/ajip.v4i1.1021

Rahman, F., & Huda, M. (2024). Islamic gratitude (shukr) and psychological flourishing: A systematic review. Journal of Religion and Mental Health, 11(1), 1–18. https://doi.org/10.1007/s10943-023-01987-4

Rouzi, K. S., Ismail, F. B. H., Afifah, N. M., Rochaendi, E., Musyrifah, F., & Khauro, M. N. (2025). The role of parenting in developing self-resilience and self-regulated learning: An Islamic educational psychology perspective. International Journal of Islamic Educational Psychology, 6(1), 104–120. https://doi.org/10.18196/ijiep.v6i1.19874

Rouzi, K. S., Purnomo, H., Mustakim, M., & Ismail, F. B. H. (2022). Transformational leadership on women’s leadership in Islam. Journal of Feminism and Gender Studies, 2(1), 13–22. https://doi.org/10.19184/jfgs.v2i1.30541

Zulkarnain, M. F., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Prinsip kesantunan berbahasa dalam komunikasi siswa di sekolah. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 1(3), 117–125.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Rahasia Kesehatan Mental Dalam Islam: Ketika Syukur Menjadi Pilar Kesejahteraan Psikologis. (2026). SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(01), 107-119. https://risetcendikia.com/index.php/jurnal-scinusa/article/view/251

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.