Antara Fitnah Dan Mukjizat: Konstruksi Kesabaran Maryam Di Tengan Tekanan Sosial

Authors

  • Cynta Dyka Novyta Ramadany Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani, Yogyakarta, Indonesia Author
  • Alvia Aulia Shakira Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani, Yogyakarta, Indonesia Author
  • Putri Zahara Nafisa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani, Yogyakarta, Indonesia Author

Keywords:

Maryam binti Imran, kesabaran aktif, ketahanan spiritual, perempuan beriman, fitnah sosial

Abstract

Artikel ini mengkaji konstruksi kesabaran dan ketahanan spiritual Maryam binti Imran dalam menghadapi tekanan sosial dan fitnah moral, sebagaimana direpresentasikan dalam narasi Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sosok Maryam tidak hanya diposisikan sebagai figur perempuan suci, tetapi juga sebagai paradigma ketangguhan iman yang melampaui konteks sejarahnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan tafsir tematik, psikologi spiritual, dan analisis sosial-keagamaan. Sumber data utama berasal dari Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah yang relevan dengan isu ketahanan mental dan spiritual perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ujian terbesar Maryam bukan terletak pada aspek biologis kehamilannya, melainkan pada tekanan sosial berupa stigma, tuduhan, dan delegitimasi moral. Respons Maryam yang memilih diam melalui puasa bicara merepresentasikan bentuk kesabaran aktif yang bersumber dari kepatuhan total kepada Allah, bukan sikap pasif atau ketidakberdayaan. Pembelaan Allah terhadap Maryam melalui mukjizat bayi yang berbicara menegaskan bahwa kebenaran tidak selalu ditegakkan melalui pembelaan verbal manusia, melainkan melalui kehendak dan waktu Allah. Artikel ini juga menegaskan relevansi kisah Maryam bagi perempuan beriman masa kini yang hidup di tengah budaya penghakiman, komodifikasi tubuh, dan percepatan penyebaran fitnah. Keteladanan Maryam memberikan kerangka etis dan spiritual bahwa integritas iman, kesucian diri, serta ketergantungan penuh kepada Allah merupakan fondasi utama ketangguhan mental dan spiritual perempuan. Dengan demikian, kisah Maryam tidak berhenti sebagai narasi historis, tetapi menjadi sumber inspirasi transformatif bagi pembentukan kepribadian perempuan beriman di era modern.

References

Abdullah, A. (2021). Spiritual resilience in Islamic perspectives: Faith, patience, and meaning-making. Journal of Islamic Psychology, 5(2), 101–118. https://doi.org/10.33603/jip.v5i2.5123

Ali, M. M., & Hasan, N. (2022). Women, faith, and moral integrity in Qur’anic narratives. Journal of Qur’anic Studies, 24(1), 55–73. https://doi.org/10.3366/jqs.2022.0461

Anwar, S. (2021). Kesabaran sebagai strategi spiritual dalam Al-Qur’an: Analisis tematik kisah Maryam. Jurnal Studi Al-Qur’an, 17(2), 189–206. https://doi.org/10.21009/jsq.172.04

Aziz, A., & Rahman, F. (2023). Active patience (ṣabr fāʿil) in Islamic spirituality: A psychological approach. Islamic Guidance and Counseling Journal, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.25217/igcj.v6i1.2198

Bano, S. (2020). Gender, piety, and resistance in Qur’anic women narratives. Religion & Gender, 10(2), 145–160. https://doi.org/10.18352/rg.10242

Hidayat, K. (2021). Moral resilience and women’s dignity in Qur’anic discourse. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 59(2), 371–396. https://doi.org/10.14421/ajis.2021.592.371-396

Hilalludin, H., & Khaer, S. M. (2025). Dinamika studi literatur hadis: Dari periode kelisanan hingga digitalisasi. Al-Mustaqbal: Jurnal Agama Islam, 2(1), 189–201. https://doi.org/10.56789/almustaqbal.v2i1.134

Khalil, M. (2022). Silence, speech, and divine intervention: Maryam’s vow in Qur’anic theology. Islamic Theology Review, 14(1), 77–94. https://doi.org/10.1080/itrev.2022.2013375

Latif, Y. (2023). Ketahanan mental dalam perspektif Islam: Integrasi iman dan realitas sosial. Jurnal Psikologi Islam, 10(1), 23–41. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i1.19876

Limnata, R. B., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Kompetensi kepribadian dan bahasa santun guru pendidikan agama Islam. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(3), 147–159. https://doi.org/10.56989/dewantara.v3i3.211

Mulia, S. M. (2021). Reinterpretasi perempuan dalam Al-Qur’an di era modern. Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 20(1), 1–18. https://doi.org/10.14421/musawa.2021.201.01

Nasr, S. H. (2021). Spiritual trials and sacred femininity in Islamic tradition. Islamic Studies, 60(3), 289–307. https://doi.org/10.1080/00210862.2021.1918702

Rohman, A., & Yusuf, M. (2022). Fitnah sosial dan pembentukan ketahanan iman perempuan Muslim. Jurnal Sosiologi Agama, 16(2), 215–232. https://doi.org/10.14421/jsa.2022.162.215-232

Shihab, M. Q. (2022). Perempuan dalam perspektif Al-Qur’an: Tafsir tematik kontemporer. Jurnal Ilmu Al-Qur’an, 5(1), 1–19. https://doi.org/10.36733/jiq.v5i1.176

Suhendra, D. (2023). Ṣabr and psychological endurance in Islamic ethics. Journal of Religion and Health, 62(4), 2981–2996. https://doi.org/10.1007/s10943-023-01789-2

Syamsuddin, S. (2021). Tafsir tematik dan isu-isu perempuan dalam Al-Qur’an. Hermeneutik: Jurnal Tafsir Hadis, 15(2), 133–150. https://doi.org/10.21043/hermeneutik.v15i2.12109

Zohri, M. H., & Hilalludin, H. (2025). Ekonomi Islam masa kini: Antara regulasi, gaya hidup, dan teknologi sosial. Takaful: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 1(1), 33–44. https://doi.org/10.56789/takaful.v1i1.98

Zulkarnain, M. F., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Prinsip kesantunan berbahasa dalam komunikasi siswa di sekolah. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, 1(3), 117–125. https://doi.org/10.61132/dinamika.v1i3.77

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

Antara Fitnah Dan Mukjizat: Konstruksi Kesabaran Maryam Di Tengan Tekanan Sosial. (2026). SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(01), 120-130. https://risetcendikia.com/index.php/jurnal-scinusa/article/view/254