Analisis Kelembagaan Malang Creative Center (MCC) Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Malang
Keywords:
Analisis Kelembagaan, Ekonomi Kreatif, Malang Creative Center, Tata Kelola Kolaboratif, Kebijakan Publik.Abstract
Penelitian ini difokuskan pada analisis kelembagaan Malang Creative Center (MCC) dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang. Transformasi pembangunan daerah saat ini mulai bergeser ke arah ekonomi kreatif, dan Kota Malang memiliki modal kuat sebagai kota pendidikan dan pariwisata untuk mendukung sektor tersebut. MCC hadir sebagai fasilitas publik dan ruang kolaborasi strategis yang didukung oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi literatur.Hasil analisis kelembagaan menunjukkan bahwa operasional MCC yang secara administratif berada di bawah Diskopindag mengusung konsep tata kelola kolaboratif dan participatory governance dengan pelibatan berbagai aktor lintas sektor. MCC menjalankan perannya secara sinergis melalui tiga modalitas: inisiasi, kolaborasi, dan fasilitasi, di mana penyediaan ruang gratis sebagai bentuk keberpihakan kebijakan terbukti mampu menekan biaya anggaran pelaku ekonomi kreatif hingga 80%.Kendati demikian, efektivitas pengelolaan ini masih dihadapkan pada kendala struktural yang kompleks, yaitu: ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola dalam bidang riset, serta kelemahan regulasi yang memicu narasi komersialisasi ruang demi menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan regulasi kelembagaan yang koheren, peningkatan kapasitas SDM, serta perumusan regulasi pembiayaan alternatif seperti Corporate Social Responsibility (CSR) atau naming rights agar MCC tidak tergelincir menjadi entitas komersial murni dan dapat mempertahankan fungsinya sebagai infrastruktur pelayanan publik yang inklusif.
References
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29. https://doi.org/10.1093/jopart/mur011
Fitriyah, N., & Hidayat, T. (2021). Public policy innovation in strengthening creative economy ecosystems. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 25(1), 45–58. https://doi.org/10.22146/jsp.58421
Florida, R. (2019). The rise of the creative class revisited. Regional Studies, 53(8), 1201–1205. https://doi.org/10.1080/00343404.2019.1606985
Halza, K. E., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). An in-depth look at the challenges in managing portrait Islamic boarding schools and future prospects. World Journal of Islamic Learning and Teaching, 1(2), 19-30.
Healey, P. (2006). Collaborative planning in perspective. Planning Theory, 5(2), 101–123. https://doi.org/10.1177/1473095206064508
Hidayah, N., & Kurniawan, F. (2023). Public space commercialization and governance challenges in creative hubs. Journal of Governance and Public Policy, 10(1), 67–81. https://doi.org/10.18196/jgpp.v10i1.16754
Hilalludin, H. (2024). Manajemen Kyai VS Pesantren Moderen Sebagai Sebuah Sistem Pendidikan Islam. IJER: Indonesian Journal of Educational Research, 451-463.
Hilalludin, H., Wiresti, R. D., Maryani, E. D., & Khaer, S. M. (2025). Syura sebagai Model Pendidikan Kepemimpinan Islam: Membangun Komunikasi Efektif dalam Pengambilan KeputusanKolektif. Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(01), 16-29.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Statistik ekonomi kreatif Indonesia 2021. Jakarta: Kemenparekraf RI. https://doi.org/10.24843/KEPARIWISATAAN.2021.v01.i01.p01
Muluk, M. R. K. (2017). Governance and decentralization in Indonesia’s creative city policy. Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 30(3), 281–290. https://doi.org/10.20473/mkp.V30I32017.281-290
Prasetyo, P. E. (2020). Creative economy development based on local wisdom in Indonesia. International Journal of Economics and Business Administration, 8(3), 455–463. https://doi.org/10.35808/ijeba/523
Putra, R. D., & Mahadiansar, M. (2022). Participatory governance in local economic development policy. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 7(2), 150–163. https://doi.org/10.26905/pjiap.v7i2.6842
Said, G. H. N., & Hilalludin, H. (2025). Analisis efektivitas pembiayaan murabahah terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia. Al-Hilali: Jurnal Perbankan dan Ekonomi Islam, 1(1), 31-41.
Santoso, H., & Wibowo, A. (2023). Institutional strengthening in local creative economy governance. Jurnal Administrasi Publik, 19(1), 77–91. https://doi.org/10.52316/jap.v19i1.1021
Sari, D. P., & Nugroho, R. (2022). Collaborative governance in creative economy development in Indonesian cities. Jurnal Bina Praja, 14(2), 231–244. https://doi.org/10.21787/jbp.14.2022.231-244
UNCTAD. (2022). Creative economy programme: Strengthening creative industries for development. Geneva: United Nations Conference on Trade and Development. https://doi.org/10.18356/9789210019786
UNESCO. (2021). Creative economy outlook: Trends in international trade in creative industries. Paris: UNESCO Publishing. https://doi.org/10.18356/9789210057795
Yuliar, S., & Prasetiawan, A. Y. (2020). Innovation ecosystem and creative hub development in Indonesia. Asian Journal of Innovation and Policy, 9(2), 201–219. https://doi.org/10.7545/ajip.2020.9.2.201
