Istri Fir’aun Dalam Al-Qur’an: Iman Di Tengah Kekuasaan Dan Kedzaliman
Keywords:
Iman, Istri Fir’aun, Kebebasan batin, Kekuasaan, Orientasi akhiratAbstract
Artikel ini mengkaji kisah istri Fir’aun dalam Al-Qur’an sebagai representasi iman yang merdeka dari determinasi lingkungan, kekuasaan, dan relasi sosial. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis kajian pustaka, artikel ini menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan khususnya Surah At-Tahrim ayat 11 serta didukung oleh literatur tafsir dan kajian teologis kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memposisikan iman sebagai keputusan batin yang bersifat personal, sadar, dan transenden, bukan sebagai produk kondisi sosial maupun status struktural seseorang. Keimanan Asiyah binti Muzahim tumbuh di tengah sistem kekuasaan yang represif dan anti-tauhid, sehingga menegaskan bahwa tekanan eksternal tidak secara otomatis meniadakan kebebasan spiritual individu. Pembahasan lebih lanjut mengungkap bahwa kegagalan Fir’aun dalam menguasai iman istrinya menunjukkan batas absolut kekuasaan manusia. Iman Asiyah dipahami bukan sebagai sikap pasif, melainkan sebagai bentuk resistensi spiritual yang membebaskan diri dari penghambaan kepada selain Allah. Orientasi akhirat yang tercermin dalam doanya memperlihatkan pergeseran nilai, di mana keselamatan dan kemuliaan tidak lagi diukur secara duniawi, melainkan berdasarkan kedekatan dengan Allah. Artikel ini juga menyoroti kontras teologis dengan istri Nabi Nuh dan Nabi Luth untuk menegaskan bahwa relasi sosial tidak menjamin keselamatan tanpa iman. Dalam konteks kontemporer, kisah ini relevan sebagai kritik terhadap tirani modern yang bekerja melalui tekanan sosial dan materialisme, sekaligus menawarkan kerangka pembebasan batin bagi manusia modern, khususnya perempuan, dalam mempertahankan integritas iman di tengah tantangan zaman.
References
Abdullah, I., & Karim, A. (2024). Inner freedom and Qur’anic spirituality in modern life. Religions, 15(4), 389. https://doi.org/10.3390/rel15040389
Aisyah, A., & Kusmana, K. (2025). Gender justice and contemporary Qur’anic interpretation: Insights from Ngaji KGI in Indonesia. QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 9(2), 189–210. https://doi.org/10.30762/qof.v9i2.3108
Al-Ghoni, B., Hermawan, A., Nugroho, K., Azhari, H., Awliya, F. A., & Zambri, S. A. B. M. (2025). Reframing Qur’anic perspectives on interfaith relations in the contemporary world: A thematic analysis. Al-Karim: International Journal of Quranic and Islamic Studies, 3(1), 1–20. https://doi.org/10.33367/al-karim.v3i1.6478
Ali, S., & Hassan, R. (2022). Power, piety, and resistance: Qur’anic women as moral exemplars. Islamic Studies Review, 9(1), 44–63. https://doi.org/10.1080/1750599X.2022.2031145
Arinah, A. (2025). Faith education in the Prophet Muhammad’s mission: An analytical study of Qur’anic verses. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2(2), 134–151. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i2.77
Aulia, C. S., Suparman, D., Muchtar, S., Sunandar, D., & Bashori, A. H. (2025). The concept of ‘Ulum al-Qur’an and its relevance in contemporary Islamic studies. Al-Irsyad: Jurnal Studi Islam, 4(1), 55–72. https://doi.org/10.54150/alirsyad.v4i1.407
Bano, M. (2022). Women, faith, and moral agency in Islamic thought. Journal of Islamic Ethics, 6(2), 95–113. https://doi.org/10.1163/24685542-12340062
Danial, M., Rifai, M., & Assingkily, M. S. (2025). Paradigm shift in Qur’anic studies at Indonesian Islamic universities (2018–2024). Al-Quds: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis, 9(3), 301–322. https://doi.org/10.29240/alquds.v9i3.15173
Fawaid, A. (2024). Women and career in the Qur’an: A comparative study of interpretations by female mufassirun. Analytica Islamica, 12(2), 155–174. https://doi.org/10.30821/analytica.v12i2.25307
Hidayat, K., & Burhani, A. N. (2022). Faith beyond structures: Individual responsibility in Qur’anic theology. Islamic Theology Journal, 10(2), 101–120. https://doi.org/10.1080/17510328.2022.2098734
Hilalludin, H., & Althof, G. (2024). Perbedaan tingkat kematangan sosial antara santri pondok pesantren modern dan tradisional. Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah, 2(3), 201-208.
Hilalludin, H., & Khaer, S. M. (2025). Dinamika Study Literatur Hadits Priode Kelisanan Hingga Digitalisasi. AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, 2(1), 189-201.
Huda, N., & Ismail, F. (2023). Faith, power, and resistance: Qur’anic narratives in contemporary socio-political discourse. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 21(2), 189–207. https://doi.org/10.18592/khazanah.v21i2.5541
Ichwan, M. N. (2025). Reconstructing Islamic theology beyond classical exegesis: Muhammad Shahrur’s hermeneutical reconfiguration of Islam and iman. Teologia: Jurnal Ilmu Teologi, 36(2), 215–236. https://doi.org/10.21580/teo.2025.36.2.25326
Kamali, M. H. (2020). Moral autonomy and faith commitment in Islam. Islam and Christian–Muslim Relations, 31(4), 421–438. https://doi.org/10.1080/09596410.2020.1810619
Limnata, R. B., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Kompetensi kepribadian dan bahasa santun guru pendidikan agama Islam. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(3), 147-159.
Mulyawati, S., Zulbaidah, Z., Samad, D., & Mamad, F. S. (2025). The dynamics of Islamic theology from the Khawarij to inclusive theology. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman, 5(3), 201–220. https://doi.org/10.55883/jipkis.v5i3.186
Munandar, S. A., & Amin, S. (2023). Contemporary interpretation of religious moderation in the Qur’an: Thought analysis of Quraish Shihab and its relevance in the Indonesian context. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 2(3), 211–228. https://doi.org/10.23917/qist.v2i3.1448
Musa, A., & Rahim, R. (2021). Eschatological orientation and ethical resistance in the Qur’an. Studia Islamika, 28(3), 451–472. https://doi.org/10.36712/sdi.v28i3.16948
Rahman, F., & Amir, A. N. (2024). Reconstructing theological agency in the Qur’an: Human freedom and divine will. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 18(1), 67–88. https://doi.org/10.24042/kalam.v18i1.14650
Ridho, H., Sabil, A., Firmansyah, M., Mukhlis, F. H., & Khairi, A. (2025). Interpretation of the Qur’an from classical-textual to contemporary-contextual. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 4(2), 145–163. https://doi.org/10.23917/qist.v4i2.12593
Saeed, A. (2021). Contextualising faith and freedom in Qur’anic interpretation. Journal of Qur’anic Studies, 23(3), 1–19. https://doi.org/10.3366/jqs.2021.0461
Susanti, R., & Ma’arif, S. (2023). Spiritual resistance and Qur’anic ethics in the age of modern tyranny. Religions, 14(9), 1123. https://doi.org/10.3390/rel14091123
Zohri, M. H., & Hilalludin, H. (2025). Ekonomi Islam Masa Kini: Antara Regulasi, Gaya Hidup, dan Teknologi Sosial. TAKAFUL: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 1(1), 33-44.
Zulkarnain, M. F., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Prinsip kesantunan berbahasa dalam komunikasi siswa di sekolah. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 1(3), 117-125.