Pendekatan Eksistensialisme Martin Heidegger Dalam Pengembangan Teori Dan Praktik Keilmuan Pendidikan
Keywords:
Eksistensialisme Heidegger, Dasein, Filsafat Pendidikan, Pendidikan Humanis, Kesadaran EksistensialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan eksistensialisme Martin Heidegger dalam pengembangan teori dan praktik keilmuan pendidikan. Eksistensialisme Heidegger menempatkan manusia sebagai makhluk yang sadar akan keberadaannya (Dasein) dan memiliki tanggung jawab dalam memaknai hidupnya. Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini menekankan bahwa peserta didik bukan sekadar objek pembelajaran, tetapi subjek aktif yang mengalami proses pencarian makna diri melalui pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis karya-karya Heidegger, literatur filsafat pendidikan, serta jurnal ilmiah yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan interpretasi filosofis untuk menemukan relevansi konsep eksistensialisme terhadap pengembangan pendidikan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan eksistensialisme mampu memberikan arah baru dalam pendidikan yang lebih humanis, reflektif, dan kontekstual. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran diri, tanggung jawab moral, dan keotentikan individu. Dalam era digital yang ditandai dengan krisis identitas dan disorientasi nilai, pendekatan ini menjadi penting untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai proses pemanusiaan manusia. Dengan demikian, pemikiran Heidegger dapat menjadi landasan filosofis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh.
