Dinamika Perubahan Makna dalam Kajian Semantik Bahasa Arab dan Indonesia
Kata Kunci:
perubahan makna, semantik, bahasa Arab, bahasa Indonesia, sosial budayaAbstrak
Perubahan makna (semantic change atau al-taghayyur al-dilālī) merupakan fenomena linguistik yang tidak terelakkan karena bahasa bersifat dinamis dan terus berkembang mengikuti perubahan sosial, budaya, dan intelektual masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, jenis, faktor penyebab, serta implikasi perubahan makna dalam perspektif ilmu semantik dan linguistik historis dengan fokus pada bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis terhadap buku-buku linguistik, artikel jurnal, serta sumber-sumber klasik dan modern yang relevan. Landasan teori yang digunakan meliputi Teori Semantik Struktural Ferdinand de Saussure, Teori Medan Makna Jost Trier, serta pendekatan relevansi sosial-kultural yang menekankan hubungan antara bahasa dan konteks masyarakat penuturnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan makna dalam bahasa Arab dapat diklasifikasikan ke dalam tujuh bentuk utama, yaitu penyempitan makna (takhṣīṣ), perluasan makna (taʿmīm), pergeseran makna (naql), peningkatan nilai makna (ameliorasi), penurunan nilai makna (peyorasi), perubahan figuratif (majāz dan istiʿārah), serta ambiguitas semantik (polisemi). Faktor penyebab perubahan makna meliputi perkembangan budaya dan peradaban, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengaruh bahasa asing, serta perbedaan interpretasi dan nilai rasa masyarakat. Kajian ini menegaskan bahwa perubahan makna tidak hanya merupakan proses linguistik internal, tetapi juga refleksi perubahan sosial dan budaya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perubahan makna memiliki implikasi penting dalam kajian semantik, pragmatik, sosiolinguistik, serta pembelajaran bahasa Arab dan Indonesia secara kontekstual dan historis.