Toleransi Beragama Perspektif Kerajaan Safawi Pada Era Kebijakan Shah Abbas I
Kata Kunci:
Shah Abbas I, Toleransi Beragama dan Kerajaan SafawiAbstrak
Kebijakan toleransi beragama pada pemerintahan Shah Abbas I mempunyai peran penting untuk mengatur hubungan dengan kelompok Sunni serta kelompok non-Muslim, seperti Kristen Armenia, Yahudi, dan Zoroastrian. Kebutuhan untuk memperkuat kekuasaan domestik, meningkatkan kekuatan diplomasi, dan memanfaatkan kontribusi ekonomi kelompok non-Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang mendasari toleransi beragama, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan tersebut, dan nilai dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat Safawi. Studi ini menggunakan pendekatan historis dan metodenya adalah library research. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andrew J. Newman berjudul “Safavid Iran: Rebirth of a Persian Empire” didalamnya membahas tentang peran umat Kristen Armenia dalam perdagangan di wilayah kerajaan Safawi yang dimana itu merupakan bentuk toleransi beragama pada masa pemerintahan Shah Abbas I kepada selain umat Islam, mereka diperbolehkan melakukan aktivitas perdagangan di wilayah Kerajaan Safawi. Sedangkan peneliti menemukan hasil penelitiannya ini bahwa toleransi beragama Shah Abbas I bersifat pragmatis, lebih didasarkan pada kebutuhan politik dan ekonomi dibandingkan prinsip pluralistik. Misalnya, kebijakan terhadap umat Kristen di Armenia yang memperbolehkan berdagang namun model toleransi tersebut didorong oleh kepentingan bisnis internasional dan keuntungan strategis kerajaan.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-11-12 (2)
- 2025-11-12 (1)
