Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Authors

  • Muh. Zaedul Khaer UIN Mas Raden Said Surakarta Penulis
  • Aji Joko Budi Pramono UIN Raden Mas Said Surakarta Penulis

Keywords:

Penilaian Autentik, , Pendidikan Agama Islam, , Kurikulum Merdeka,, Instrumen Evaluasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian autentik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penilaian yang mampu mengukur kompetensi peserta didik secara utuh pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta masih terbatasnya instrumen penilaian yang terintegrasi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan dengan menganalisis literatur yang relevan untuk merumuskan konsep pengembangan instrumen penilaian autentik sesuai karakteristik Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian autentik berperan penting dalam mengukur kemampuan peserta didik melalui aktivitas nyata seperti observasi sikap, unjuk kerja, proyek, dan portofolio. Temuan juga menunjukkan adanya kendala dalam implementasi, terutama terkait validitas instrumen, subjektivitas penilaian sikap, dan keterbatasan kemampuan guru dalam pengembangan instrumen. Penelitian ini menghasilkan model konseptual instrumen penilaian autentik yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara sistematis. Instrumen ini diharapkan dapat meningkatkan objektivitas penilaian dan membantu guru dalam melaksanakan evaluasi yang lebih efektif. Dengan demikian, pengembangan instrumen ini berkontribusi pada peningkatan kualitas penilaian pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka.

Downloads

Published

2026-06-22

How to Cite

Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. (2026). Imanu: Jurnal Hukum Dan Peradaban Islam, 2(02), 146-159. https://risetcendikia.com/index.php/jurnal-imanu/article/view/341