Strategi Pengembangan Produk Usaha Kue Tradisional Bannang-Bannang di Desa Bululoe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto

Authors

  • Isma Isma Fakultas Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan, Indonesia Penulis
  • Yancis Yancis Fakultas Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan, Indonesia Penulis
  • Ermiati Ermiati Fakultas Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan, Indonesia Penulis

Keywords:

Strategi Pengembangan; Produk UMKM; Kue Tradisional; Bannang-Bannang; Ekonomi Islam

Abstract

Usaha kue bannang-bannang merupakan salah satu bentuk usaha mikro berbasis kuliner tradisional yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya bagi masyarakat Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan produk kue bannang-bannang serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam mempertahankan keberlanjutan usahanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan 10 informan yang terdiri atas pemerintah desa, pemilik usaha, karyawan, dan konsumen. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha dilakukan melalui empat aspek utama, yaitu mempertahankan kualitas dan cita rasa produk, menetapkan harga yang terjangkau, memperluas distribusi melalui kios, warung, dan pasar tradisional, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi. Kendala utama meliputi keterbatasan modal, proses produksi yang masih manual dan membutuhkan keterampilan khusus, keterbatasan tenaga kerja terampil, lemahnya regenerasi pengrajin, serta pemasaran yang belum optimal. Perspektif ekonomi Islam menunjukkan adanya penerapan nilai kejujuran, kehalalan, dan ikhtiar dalam aktivitas usaha. Pengembangan selanjutnya perlu diarahkan pada digitalisasi pemasaran, penguatan branding, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan akses pembiayaan syariah dengan tetap mempertahankan identitas budaya produk.

Downloads

Published

2026-08-19