Green Islamic Finance: Strategi Perbankan Syariah dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau
Keywords:
Green Islamic Finance, perbankan syariah, ekonomi hijau, keuangan berkelanjutan, ESGAbstract
Krisis lingkungan global mendorong lahirnya kebutuhan terhadap sistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Green Islamic Finance muncul sebagai pendekatan yang mengintegrasikan prinsip keuangan syariah dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi strategis perbankan syariah dalam mendukung ekonomi hijau, strategi implementasi Green Islamic Finance, peluang Indonesia sebagai pusat pengembangannya, serta tantangan yang dihadapi industri perbankan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian terbaru terkait keuangan syariah dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kesesuaian struktural dengan prinsip green finance karena berbasis sektor riil, pembagian risiko, dan nilai etika yang mendukung keberlanjutan. Implementasi Green Islamic Finance memerlukan restrukturisasi portofolio pembiayaan, inovasi produk hijau, serta penguatan operasional berbasis ESG. Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat Green Islamic Finance karena didukung oleh pasar syariah yang luas, kebutuhan investasi hijau yang tinggi, serta dukungan regulasi yang semakin berkembang. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas industri, kesiapan sumber daya manusia, dan rendahnya literasi pasar terhadap pembiayaan berkelanjutan. Dengan demikian, Green Islamic Finance berpotensi menjadi model integratif dalam mendukung pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.
